Minggu, 09 Desember 2012

Makalah PKN

Diposting oleh Lida Maulida di 01.15

Perilaku Budaya Demokrasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Budaya demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi  yang berpedoman pada asas kerakyatan  yang  di pimpin oleh hikma kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan  yang  berketuhanaan yang  MahaEsa, berkemanusiaan  yang  adil dan beradab, berpersatuan Indonesia, dan bersama-sama menjiwai keadilan sosial bagi seluruh rakyat  Indonesia. Budaya demokrasi pancasila mengakui adanya sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.
     Rumusan sila keempat pancasila sebagai dasar filsafat  Negara dan dasar politik Negara yang di dalamnya terkandung  unsur kerakyatan, permusyawaratan, dan kedaulatan rakayat merupakan cita-cita kefilsafatan dari demokrasi pancasila. Oleh sebab itu, perilaku budaya demokrasi yang perlu di kembangkan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal-hal berikut :
1. Menjunjung tinggi persamaan
   Budaya demokrasi mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki persamaan harkat dan derajat dari sumber yang sama sebagai makhluk ciptaan yang mahaesa. Oleh sebab itu, dalam kehidupan sehari-hari hendaknya kita mampu membuat dan bertindak untuk menghargai orang lain sebagai wujud kesadaran diri untuk menerima keberagaman dalam masyarakat. Menjunjung tinggi persamaan mengandung makna bahwa kita mau berbagi dan terbuka menerima perbadaan pendapat, keritik dan saran dari orang lain.
2. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
  Setiap manusia menerima fitrah hakasasi dari Tuhan  Yang MahaEsa berupa hak hidup, hak kebebasan, dan hak memiliki sesuatu.Penerapan hak-hak tersebut bukanlah sesutu yang mutlak tanpa batas.Dalam kehidupan bermasyarakat, ada batas-batas yang harus di hormati bersama berupa hak-hak yang dimiliki orang lain sehingga batasan norma yang berlaku dan di patuhi. Untuk itu, dalam mewujudkan tatanan kehidupan sehari-hari yang bertanggung jawab terhadap Tuhan, diri sendiri, dan orang lain perlu dengan sebaik-baik nya.
3.  Membudayakan Sikap  Yang  Adil
  Salah satu perbuatan mulia yang dapat di wujudkan dalam kehidupan sehari-hari baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain adalah mampu bersikap bijak dan adil. Bijak dan adil dalam makna yang sederhana adalah perbutan yang benar-benar dilakukan dengan perhitungan, mawasdiri, mau memahami yang dilakukan orang lain dan proporsional. Masyarakat kita perlu mengembangkan budaya bijak dan adil dalam rangka mewujudkan kehidupan yang saling menghormati harkat dan martabat orang lain, tidak diskriminatif, terbuka , dan menjaga persatuan dan kesatuan lingkungan masyarakat sekitar.


4. Membijaksanakan Musyawarah Mufakat Dalam  Mengambil kep
Mengambil keputusan melalui musyawarah mufaka tmerupakan salah satu nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sejak lama telah  diperaktikkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam musyawarah mufakat terkandung makna bahwa pada setiap kesempatan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan diperlukan kesadaran dan dan kearifan untuk memutuskan.Untuk itu, sebelum suatu keputusan di terapkan selalu di dahului dengan dialog dan mau mendengar dari berbagai pihak, juga selalu di upayakan untuk memahami terlebih dahulu persoalan-persoalan yang ada.Keputusan dengan musyawarah mufakatakan menghasilkan keputusan yang mampu memuaskan banyak pihak sehingga dapat terhindar dari konflik-konflik vertical maupun horizontal.
5.  Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan  Nasional
 Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sikap untuk  lebih mengutamakan kepentingan orang lain / umum dari kepentingan pribadi yang sangat penting untuk di tumbuhkan. Kesadaran setiap warga Negara untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan merupakan wujud cinta dan bangsa terhadap bangsa dan Negara.Kita harus mampu berfikir cerdas dan bekerja ke ras untuk kepentingan dan kemajuan bangsa dan Negara melalui berbagai bidang kehidupan yang dapat kita lakukan. Makna penting dalam memahami sikap mengutamakan persatuan dan kesatuan adalah bagaimana kita mampu berbuat tanpa pamrih untuk kepentingan bangsa dan Negara, betapa pun yang kita lakukan adalah hal-hal kecil dalam status dan propesi yang kita miiliki.
Perilaku Budaya Demokrasi
1. Budaya Demokrasi di Lingkungan Keluarga
 Masalah- masalah keluarga hendaknya diselesaikan dengan musyawarah.  Keluarga selalu menyerap aspirasi dan pendapat dari anggota keluarga untuk mencapai kata mufakat.  Mamfaat musyawarah di lingkungan keluarga adalah :
1. Seluruh anggota keluarga merasa  berarti atau berperan.
2. Anggota keluarga ikut bertanggung jawab terhadap keputusan bersama.
3.  Tidak ada anggota keluarga yang merasa ditinggalkan
4. Semangat kekeluargaan dan kebersamaan semakin kokoh.
2. Budaya Demokrasi di lingkungan sekolah
penerapan demokrasi di sekolah hendaknya selalu mengutamakan  musyawarah dalam penyelesaian persoalan bersama .
  contohnya :
                                                                                                     
 1. Menyusun tata tertib oleh seluruh unsur di   sekolah .
 2. Menyusun kelompok piket di kelas.
 3. memilih ketua osis.
  4. Melibatkan semua pihak dalam memecahkan persoalan bersama.
3. Budaya Demokrasi di Lingkungan Masyarakat
  Kepentingan bersama yang perlu di musyawarahkan  contohnya:
    1. Program-program pengembangan masyarakat dan lingkungan .
    2. Pemilihan  ketua RT
4. Budaya Demokrasi di Lingkungan Negara
  budaya demokrasi di lingkungan negara dapat di lihat dengan kegiatan contohnya:
     1. Terlibat dalam pemilu baik untuk memilih wakil rakyat maupunmemilih presidan dan wakil    presidan.
2. Melalui wakil-wakilnya terlibat dalam penyusunan undang-undang.
3. Melakukan pengawasan, baik terhadap wakil rakyat maupun pemerintah melalui media massa.
Contoh :
 musyawarah menyangkut kepentingan bersama.
MASYARAKAT Indonesia dikenal dengan budaya ketimurannya yang ramah-tamah, sopan santun, dan saling menghargai. Budaya tersebut pada dasarnya sangatlah baik saat dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Namun tidak semua hal baik bisa berbuah baik, jika diterapkan pada saat dan waktu yang salah.
Seperti  budaya ewuh pekewuh atau rasa sungkan atau rasa saling menghormati terhadap sesama. Dalam pergaulan keseharian, budaya khas ketimuran tersebut yang diterapkan sesuai batas-batas normal akan meningkatkan tali silaturahmi di masyarakat. Orang lebih muda tetap hormat pada orang yang lebih tua. Demikian juga, orang lebih tua menghargai kaum muda.
*  Mengeluarkan pendapat dalam musyawarah
*   pemilihan umum

            pemilu legislatif merupakan sebuah persoalan yang substansial menyangkut persoalan demokratisasi di Indonesia. Pemilu haruslah dipandang sebagai sebuah momentum transisi demokrasi yang menentukan bagaimana bentuk pemerintahan Indonesia 5 tahun kedepan. Sebagai sebuah momentum transisi kekuasaan tertinggi di Indonesia maka proses pemilu yang adil dan sesuai dengan cita-cita demokrasi diharapkan hadir sebagai solusi terhadap kontradiksi system-aktor yang mewarnai sejarah perjalanan kelembagaan di Indonesia.
Kesimpulan
Perilaku budaya politik demokrasi yang perlu kita kembangkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain menjunjung tinggi persamaan, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban membudayakan sikap bijak dan adil, membiasakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan serta mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional

0 komentar:

Posting Komentar

 

Lida Maulida Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting